Sekda Ajat Minta ASN Bertansformasi : Era Orang Dekat Berakhir 

Sekda Ajat Minta ASN Bertansformasi : Era Orang Dekat Berakhir
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika. Foto : Diskominfo
0 Komentar

bogorekspres.com, KAB BOGOR– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan percepatan transformasi sistem karier Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis kinerja dan kompetensi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Megamendung, Selasa (14/4).

Pelatihan ini sekaligus menekankan perubahan besar dalam pola kerja ASN di lingkungan Pemkab Bogor.

Baca Juga:Pemkab Bogor Percepat Pembangunan Hutan Kota dan Tanam 45 Ribu Pohon dalam Empat BulanWarga Jasinga Digegerkan Penemuan Mayat Lansia di Sungai Cidurian 

Ajat menegaskan bahwa arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kini mendorong sistem karier yang sepenuhnya berbasis kinerja, bukan kedekatan personal.

“Tidak ada lagi istilah orang dekat. Semua diukur dari kinerja. Siapapun bisa maju selama memiliki kemampuan,” tegasnya.

Dalam arahannya, Ajat meminta ASN mampu menyesuaikan diri dengan ritme kerja pimpinan yang dinamis dan serba cepat.

Menurutnya, jabatan politik memiliki waktu terbatas sehingga aparatur harus sigap dalam mengeksekusi program.

“Kalau tidak bisa mengikuti ritme, kita akan merasa terbebani. Padahal kuncinya adalah adaptasi,” ujarnya.

Ia menilai kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama agar birokrasi tidak tertinggal dalam pelaksanaan agenda pembangunan daerah.

Ia juga menegaskan bahwa peserta PKA merupakan ASN terpilih yang diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di Pemkab Bogor.

Baca Juga:Diduga Stres, Mahasiswa Bacok ASN Pemkab BogorPolsek Babakan Madang Sita Ribuan Obat Keras, Satu Pelaku Ditangkap

Ia menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan investasi serius pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Ada harapan besar dari Bupati kepada tim ini. Maka kebanggaan itu harus diwujudkan dalam bentuk kinerja nyata,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya perubahan pola pikir ASN, khususnya pejabat administrator, agar tidak lagi bersikap pasif dalam bekerja.

“Jangan menunggu disposisi. ASN harus menjadi inisiator, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan,” katanya.

Ajat menutup arahannya dengan penegasan bahwa PKA harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya memenuhi kewajiban administratif.

“Jangan anggap PKA ini hanya prasyarat. Ini menggunakan uang rakyat, sehingga ada harapan besar dari masyarakat kepada Bapak dan Ibu semua untuk memberikan kontribusi nyata,” pungkasnya.

0 Komentar