Hujan Deras Picu Longsor di Bogor Barat, Seorang Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Picu Longsor di Bogor Barat, Seorang Warga Tewas Tertimbun
Longsor di kawasan Taman Muara, RT 02 RW 15, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Minggu (3/5/2026) malam. Foto: BPBD Kota Bogor
0 Komentar

bogorekspres.com, KAB BOGOR– Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor Barat memicu tanah longsor di kawasan Taman Muara, Kelurahan Pasirjaya, Minggu (3/5/2026) malam.

Peristiwa ini menewaskan seorang warga bernama Widia Ningsih (24) yang tertimbun material longsor saat melintas menuju warung.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 20.25 WIB dan segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Baca Juga:Pemkab Bogor Sebut Tanah Cijayanti–Bojong Koneng Labil, Warga Diminta Tak Bangun Tanpa Kajian TeknisTata Babakan Madang, Pemkab Bogor Ganti Atap Asbes Jadi Genteng Lewat Program CSR

“Tinggi longsor sekitar dua meter dan lebar sekitar tujuh meter. Curah hujan yang tinggi membuat struktur tanah menjadi tidak stabil sehingga memicu terjadinya tanah longsor,” ujar Dimas, Senin (4/5/2026).

Menurut Dimas, korban tidak sempat menyelamatkan diri saat material longsor tiba-tiba menimpa tubuhnya.

Warga sempat mengevakuasi korban dalam kondisi masih bernapas sebelum akhirnya dilarikan ke RS Ummi.

“Korban sempat dibawa ke RS Ummi lalu dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Dimas mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

“Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” tutupnya.

Sementara itu, seorang saksi mata, Firman (49), mengaku mendengar suara gemuruh keras sesaat sebelum kejadian. Ia langsung terbangun dan keluar rumah setelah mendengar teriakan warga.

Baca Juga:Laka Tunggal, Pemotor Tewas Usai Tabrak Trotoar di Puncak BogorBPBD Catat Pergerakan Tanah di Babakan Madang : 7 Rumah Rusak dan 28 Warga Mengungsi

“Pas begitu ada suara ‘brugh’ kayak gempa, saya kaget bangun. Enggak lama istri manggil, katanya ada yang ketindihan longsor,” ujarnya.

Firman bersama warga lainnya berupaya menyingkirkan material longsor secara manual sebelum petugas datang. Saat ditemukan, korban dalam kondisi terjepit batu dan tanah.

“Kita angkatin batu satu-satu. Waktu itu masih ada napasnya,”pungkasnya.

0 Komentar