bogorekspres.com, KAB BOGOR– Proyek penerangan jalan umum (PJU) milik Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bogor belum optimal.
Beberapa PJU di Bumi Tegar Beriman masih banyak yang padam, salah satunya di Jalan Narogong, Kecamatan Klapanunggal.
Pengawas Transportasi Darat UPTD Wilayah 1, Rakhmanita, menjelaskan bahwa proyek PJU tersebut merupakan program Pemeriintah Provinsi Jawa Barat yang dikerjakan secara paket skala kabupaten, bukan per ruas jalan.
Baca Juga:Soal Usulan Moratorium Angkot, Dishub Kabupaten Bogor Pilih Ikuti Kewenagan ProvinsiPabrik Sparepart Motor di Tajur Halang Terbakar, 4 unit Mobil Pemadam Dikerahkan
“Kita ini provinsi itu ada beberapa wilayah ya, ada 8 kota-kabupaten, dan masing-masing kota-kabupaten itu kita buatkan paket sendiri-sendiri,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres, Selasa (14/4).
Ia menyebut, pemasangan PJU dimulai sejak November 2025 dengan total 1.023 unit se- Kabupaten Bogor.
Kendati demikian, kata Rakhmanita, dari total 90 jaringan yang ada, hanya satu segmen di wilayah tersebut yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah.
“Sudah hampir semuanya sebenarnya, hanya yang memang yang masih PR tuh yang jalan Narogong saja ini,” jelasnya.
Kata dia, kendala teknis masih menjadi penyebab utama belum optimalmya PJU di lokasi tersebut.
“Karena Jalan Narogong perbaikan ya, kemarin dia membutuhkan komponen tambahan gitu. Karena jaringannya ada yang diubah,” katanya.
“Di awal kemarin sudah kita lakukan tes dan bagus menyala. Tapi bukan berarti ketika sudah menyala tuh tugas penyedia selesai, masih ada masa pemeliharaan selama satu tahun,” tambahnya.
Baca Juga:PJU Jalan Narogong Padam Lama, Pemprov Jabar Dinilai Lamban Tuntaskan PerbaikanSekda Kota Bogor Anggap Gadai SK Anggota Satpol PP Masalah Pribadi
Rakhmanita menegaskan, perombakan hanya dilakukan di titik bermasalah, sementara jaringan lain di Kabupaten Bogor telah berfungsi dengan baik.
Adapun nilai anggaran untuk pengadaan dan pemasangan PJU ornamen di Kabupaten Bogor mencapai Rp32.705.026.343.
“Iyah anggaran pengadaanya kira kira angkanya segitu,” katanya.
Meski begitu, data titik PJU yang mengalami gangguan masih bersifat dinamis karena proses pemeliharaan berlangsung setiap hari.
“Hampir setiap hari tuh kita melakukan perbaikan. Ada yang memang belum apa-apa udah ketabrak. Ada yang kesenggol truk gitu misalkan seperti itu,” katanya.
