Angin Kencang Terbangkan Atap Sekolah, Tiga Rumah Warga Bogor Tertimpa

Angin Kencang Terbangkan Atap Sekolah, Tiga Rumah Warga Bogor Tertimpa
BPBD Kota Bogor saat evakuasi atap yang menimpa rumah warga. Foto : Sekar Andini / bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Proses evakuasi material atap Sekolah Bhakti Taruna yang beterbangan dan menimpa rumah warga di Kampung Muara, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, masih berlangsung hingga Kamis siang.

Petugas menghadapi kendala karena ukuran material yang sangat besar, sehingga membutuhkan alat berat untuk mempercepat penanganan.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (15/4) sore saat hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan tersebut.

Baca Juga:IPB University Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual yang Viral di MedsosPolres Bogor Bentuk Tim Khusus, Kasus Dugaa Jual Beli Jabatan Naik ke Tahap Penyelidikan

Atap sekolah dengan bentangan sekitar 30 meter terlepas, lalu jatuh dan menimpa sedikitnya tiga rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan timnya langsung bergerak setelah menerima laporan. Namun, proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara cepat karena keterbatasan alat.

“Kemarin kami sudah lakukan penanganan kedaruratan, seperti pengurangan beban material di bagian depan. Namun untuk penanganan lanjutan, kami perlu berkoordinasi dengan dinas teknis terkait, khususnya untuk permohonan bantuan alat berat seperti crane atau beko agar proses evakuasi bisa dipercepat,” ujarnya.

Saat ini, BPBD tidak hanya fokus pada pemindahan material, tetapi juga memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak.

Pemerintah Kota Bogor mulai menyiapkan bantuan berupa hunian sementara hingga fasilitas rumah kontrakan selama masa pemulihan.

Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) juga telah turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi kerusakan sebagai dasar pemberian bantuan perbaikan rumah.

“Insyaallah per hari ini Pemkot dan dinas terkait akan membantu proses pemberian bantuan tersebut, dan warga kami arahkan untuk mencari kontrakan yang nantinya difasilitasi oleh aparatur wilayah,” kata Dimas.

Baca Juga:Diresmikan 2 Bulan Lalu, Jembatan di Desa Gobang Kini Ambruk usai Diterjang Hujan Kemenag Kabupaten Bogor Catat 1.057 Pasangan Gen Z Nikah di KUA

Selain itu, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan pihak sekolah guna mempercepat proses evakuasi di lapangan.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, kerusakan rumah warga bervariasi, mulai dari ringan hingga cukup parah.

Salah satu warga terdampak, Sri Mulyani (36), mengaku material atap masih belum sepenuhnya dievakuasi hingga saat ini.

“Belum semua diangkat, baru sebagian saja yang kecil-kecil. Karena atapnya besar, jadi tadi BPBD bilang ke saya memang agak kesulitan,” ujarnya.

0 Komentar