BPBD Kota Bogor Catat 18 Bencana Terjadi dalam Sehari Imbas Cuaca EkstremĀ 

BPBD Kota Bogor Catat 18 Bencana Terjadi dalam Sehari Imbas Cuaca Ekstrem
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko. Foto : Sekar Andini / bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor memicu sedikitnya 18 kejadian bencana dalam satu hari hingga Kamis (16/4).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor masih terus melakukan penanganan dan pendataan dampak yang terus bertambah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengungkapkan bahwa laporan bencana terus masuk sejak Rabu (15/4/2026) hingga malam hari.

Baca Juga:Polres Bogor Bentuk Tim Khusus, Kasus Dugaa Jual Beli Jabatan Naik ke Tahap PenyelidikanDiresmikan 2 Bulan Lalu, Jembatan di Desa Gobang Kini Ambruk usai Diterjang HujanĀ 

Bahkan, jumlah tersebut berpotensi meningkat seiring proses asesmen di lapangan yang masih berlangsung.

“Karena jumlah kejadian cukup banyak, hari ini kami kembali melakukan monitoring terhadap dampak bencana yang terjadi kemarin. Tadi pagi, beberapa lurah juga melaporkan sejumlah info melalui grup tangguh bencana,” ujar Dimas saat ditemui di wilayah Bogor Barat, Kamis (16/4).

Ia menambahkan, data sementara mencatat 18 kejadian hingga pukul 22.00 WIB pada Rabu malam. Namun, laporan baru masih terus berdatangan.

“Jadi memang ada sejumlah kejadian yang baru terlaporkan dan baru bisa kami asesmen hari ini. Per kemarin cut off jam 10 malam sekitar 18 laporan, tapi hari ini dampaknya masih terus bertambah,” jelasnya.

Cuaca ekstrem menjadi pemicu utama berbagai bencana tersebut. Berdasarkan data BMKG, curah hujan di Kota Bogor mencapai sekitar 100 mm per hari, yang masuk kategori hujan sangat lebat.

Akibatnya, sejumlah wilayah terdampak banjir lintasan, tanah longsor, atap rumah rusak diterjang angin, hingga pohon tumbang. Kerusakan juga meluas ke ratusan rumah warga, sekolah, dan bangunan pertokoan.

Tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat, mulai dari pembersihan material, evakuasi ringan, hingga kerja bakti bersama warga.

Baca Juga:Kemenag Kabupaten Bogor Catat 1.057 Pasangan Gen Z Nikah di KUASekda Ajat Minta ASN Bertansformasi : Era Orang Dekat BerakhirĀ 

Meski begitu, Dimas menegaskan bahwa penanganan tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan koordinasi lintas instansi.

“Penanganan akan terus kami lakukan secara bertahap dengan mengutamakan kebutuhan warga terdampak, agar proses pemulihan bisa berjalan maksimal,” katanya.

BPBD juga menggandeng sejumlah dinas terkait untuk mempercepat pemulihan. Dinas Perumahan dan Permukiman melakukan verifikasi kerusakan, Dinas Dukcapil mendata dokumen warga terdampak, sementara Dinas PUPR menangani infrastruktur yang rusak.

Di sisi lain, Pemkot Bogor memprioritaskan pemulihan kondisi warga. Bantuan seperti hunian sementara, kontrakan, serta distribusi logistik berupa matras, selimut, dan terpal terus disalurkan sesuai kebutuhan.

0 Komentar