bogorekspres.com, KOTA BOGOR- Sebanyak 445 jemaah haji asal Kota Bogor dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Pemkot Bogor akan melepas seluruh jemaah secara resmi di Masjid Raya Bogor pukul 09.00 WIB sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke embarkasi di Bekasi.
Kepala Seksi Haji Kementerian Agama Kota Bogor, Indra Karmawan, mengatakan para jemaah akan diberangkatkan menggunakan 11 unit bus sekitar pukul 11.30 WIB menuju Asrama Haji Bekasi untuk menjalani tahapan akhir sebelum terbang ke Arab Saudi.
Baca Juga:Pemkab Bogor Sebut Tanah Cijayanti–Bojong Koneng Labil, Warga Diminta Tak Bangun Tanpa Kajian TeknisTata Babakan Madang, Pemkab Bogor Ganti Atap Asbes Jadi Genteng Lewat Program CSR
“Setelah prosesi pelepasan, jemaah langsung menuju embarkasi. Di sana mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan ulang, pengecekan dokumen, penyuluhan, hingga pembagian kelompok terbang,” ujar Indra, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, seluruh jemaah wajib menginap selama 24 jam di embarkasi sebagai bagian dari prosedur standar.
Setelah semua tahapan selesai, jemaah akan diberangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Tanah Suci.
Dari total jemaah, terdapat jemaah tertua berusia 83 tahun dan termuda 22 tahun. Keduanya merupakan perempuan.
Indra menyebut, jemaah tertua akan didampingi oleh anggota keluarga.
“Kalau yang tertua itu ada didampingi pihak keluarganya dari menantunya,” katanya.
Indra juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji. Ia meminta jemaah untuk mengatur pola makan dan istirahat agar terhindar dari risiko penyakit kambuh.
Selain itu, jemaah diminta mematuhi aturan penerbangan, termasuk tidak membawa barang-barang terlarang.
Baca Juga:Laka Tunggal, Pemotor Tewas Usai Tabrak Trotoar di Puncak BogorBPBD Catat Pergerakan Tanah di Babakan Madang : 7 Rumah Rusak dan 28 Warga Mengungsi
Pada musim haji tahun ini, Pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan lebih ketat terkait kesehatan jemaah.
Calon jemaah dengan penyakit berisiko tinggi seperti gangguan jantung, paru-paru, ginjal, dan saraf tidak diperkenankan berangkat.
“Sebelumnya masih diberi toleransi dengan ketentuan khusus, tapi kali ini tidak bisa. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jemaah dari berbagai negara karena sebelumnya banyak kasus jemaah meninggal di Tanah Suci,”pungkasnya.
