Akses Terputus Akibat Longsor, Madrasah Nurul Huda Cari Lokasi Baru Ujian

Akses Terputus Akibat Longsor, Madrasah Nurul Huda Cari Lokasi Baru Ujian
Madrasah Nurul Huda Kota Bogor. Foto : Sekar Andini / bogorekspres.com
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR – Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda di Kampung Kebun Manggis, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, harus menghadapi situasi tak biasa menjelang pelaksanaan ujian yang dijadwalkan mulai Senin, 4 Mei 2026.

Akses utama menuju sekolah terputus akibat longsor yang terjadi pada Kamis (30/4/2026) dini hari, sehingga kegiatan belajar dan ujian tidak dapat dilaksanakan di lokasi tersebut.

Longsor yang terjadi menyebabkan jalan di depan madrasah amblas dan tidak dapat dilalui, baik oleh pejalan kaki maupun kendaraan.

Baca Juga:Pemkab Bogor Sebut Tanah Cijayanti–Bojong Koneng Labil, Warga Diminta Tak Bangun Tanpa Kajian TeknisTata Babakan Madang, Pemkab Bogor Ganti Atap Asbes Jadi Genteng Lewat Program CSR

Kondisi ini juga membuat lokasi sekolah dinyatakan tidak aman karena masih berpotensi terjadi longsor susulan.

Pengelola MI Nurul Huda, Iin Indria, mengatakan pihaknya tetap berupaya agar ujian akhir tetap terlaksana sesuai jadwal, namun harus memindahkan lokasi pelaksanaan demi keselamatan siswa.

“Insyaallah ujian tetap dilaksanakan tanggal 4 sampai 7 Mei. Tapi untuk tempatnya, kemungkinan tidak di sini karena aksesnya sudah terputus dan rawan,” ujar Iin saat ditemui di lokasi, Kamis (30/4).

Ia menjelaskan, saat ini pihak madrasah tengah berkoordinasi untuk menentukan lokasi pengganti ujian.

Sejumlah opsi telah muncul, mulai dari fasilitas kantor kelurahan hingga pinjaman ruang kelas di sekolah lain.

“Dari pemerintah, Wali Kota Bogor saat meninjau lokasi ini tadi sudah menawarkan lokasi pengganti di kelurahan. Teman juga menawarkan di SD Al Ghazali. Tinggal kami koordinasikan dengan orang tua murid setujunya di mana,” katanya.

Menurut Iin, mayoritas siswa berasal dari luar wilayah Kebun Manggis, sehingga faktor jarak dan akses menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan lokasi baru.

Baca Juga:Laka Tunggal, Pemotor Tewas Usai Tabrak Trotoar di Puncak BogorBPBD Catat Pergerakan Tanah di Babakan Madang : 7 Rumah Rusak dan 28 Warga Mengungsi

Ia menegaskan pentingnya persetujuan orang tua karena usia siswa masih berkisar antara 6 hingga 12 tahun.

“Anak-anak banyak yang dari jauh. Jadi harus dipastikan orang tua setuju dan aksesnya aman karena kan ini MI anak-anak berkisar usia 6–12 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa aktivitas di wilayah rawan bencana tidak diperbolehkan, termasuk kegiatan pendidikan, demi menghindari risiko keselamatan.

“Tidak kami tolerir kegiatan di lokasi yang rawan. Keselamatan anak-anak harus jadi prioritas. Tidak bisa ujian di sini, saya instruksikan ke pihak kecamatan dan kelurahan untuk ada lokasi pengganti,” tegas Dedie saat meninjau lokasi longsor.

0 Komentar