bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Longsor yang terjadi di Kampung Kebun Manggis, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (30/4/2026) dini hari, memutus akses jalan utama warga dan merusak sejumlah rumah.
Peristiwa ini dipicu kondisi jalan yang telah lama retak dan semakin parah setelah diguyur hujan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya enam bangunan terdampak, terdiri dari empat rumah warga, satu madrasah, serta satu rumah yang ambruk pada bagian dapur.
Sebanyak sembilan kepala keluarga (32 jiwa) turut terdampak akibat kejadian tersebut.
Baca Juga:Pemkab Bogor Sebut Tanah Cijayanti–Bojong Koneng Labil, Warga Diminta Tak Bangun Tanpa Kajian TeknisTata Babakan Madang, Pemkab Bogor Ganti Atap Asbes Jadi Genteng Lewat Program CSR
Ketua RT 01 RW 04, Aas (52), mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sebenarnya sudah terjadi sejak lama.
Warga sempat melakukan perbaikan secara swadaya, namun retakan kembali muncul dan membesar saat hujan turun.
“Awalnya jalannya sudah retak-retak, sempat ditambal sama warga. Kami sih enggak lapor ke pemerintah karena sudah kerja bakti dan retaknya juga enggak terlalu besar. Tapi ternyata retak lagi, kena hujan makin parah, lalu ambles,” ujar Aas
Ia menjelaskan, amblesnya jalan bermula dari bagian tengah sebelum akhirnya merambat dan menyebabkan kerusakan lebih luas.
“Awalnya di tengah yang roboh, terus ketarik jadi semua kebawa,” tambahnya.
Aas menegaskan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi warga, termasuk untuk kendaraan roda dua.
Meski sudah diingatkan agar tidak dilalui saat retakan muncul, warga tetap menggunakannya karena tidak ada alternatif lain.
Baca Juga:Laka Tunggal, Pemotor Tewas Usai Tabrak Trotoar di Puncak BogorBPBD Catat Pergerakan Tanah di Babakan Madang : 7 Rumah Rusak dan 28 Warga Mengungsi
“Ini jalan utama, jalan hidup warga. Saya sudah sering ingatkan jangan lewat karena ada retakan, tapi karena ini akses satu-satunya jadi tetap dipakai. Harapannya ada penanganan cepat, minimal ada jalan pengganti,” katanya.
Sementara itu, warga terdampak lainnya, Rifan (42), menuturkan bahwa tanda-tanda longsor sudah terlihat sejak dini hari. Ia mendengar suara retakan sebelum tanah akhirnya ambles.
“Jam tiga sudah mulai ada retak-retak, terus terdengar suara ‘krek-krek’. Enggak lama hujan, kita mulai waswas. Sekitar jam empat langsung longsor, kita evakuasi diri. Alhamdulillah enggak ada korban,” tuturnya.
Rifan menyebut, longsor bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut, namun kejadian kali ini menjadi yang paling parah.
