bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Suasana di Balai Kota Bogor mendadak gelap gulita setelah listrik padam total pada Minggu (8/3/2026) malam sekitar pukul 21.02 WIB.
Gangguan ini terjadi akibat masalah pada jaringan tegangan menengah yang menyuplai listrik ke gedung pemerintahan tersebut dan sejumlah kawasan di sekitarnya.
Pemadaman tidak hanya terjadi di kompleks Balai Kota, tetapi juga meluas ke sejumlah titik di Kecamatan Bogor Tengah, termasuk area Polresta Bogor Kota hingga kawasan Alun-alun Kota Bogor.
Baca Juga:Momentum Malam Nuzulul Quran, Bupati Bogor Salurkan Ribuan Mushaf Al-Qur’an ke MasjidBRI Tanggap Bencana, Kirim Bantuan untuk Warga Terdampak Tanah Bergerak di Sukabumi
Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Bogor Kota Kawasan Paledang, Andis Verinda Putra, menjelaskan bahwa pemadaman terjadi karena gangguan pada jaringan tegangan menengah (JTM) atau penyulang (feeder) yang mengalirkan listrik ke arah Balai Kota.
“Pukul 21.02 telah terjadi gangguan di jaringan tegangan menengah atau JTM, istilah di kami yaitu penyulang atau feeder yang memang menyuplai ke arah Balai Kota dan sekitarnya,” ujar Andis saat dihubungi, Minggu (8/3/2026) malam.
PLN segera melakukan langkah cepat untuk memulihkan aliran listrik. Tim teknis melakukan manuver jaringan dengan mengalihkan suplai listrik dari penyulang lain agar listrik dapat kembali menyala.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar 40 menit kemudian, tepatnya pukul 21.42 WIB, listrik di kawasan Balai Kota kembali normal.
“Untuk kantor Balai Kota sendiri sudah menyala kembali normal pada pukul 21.42, kurang lebih 40 menit setelah kejadian padam. Kami lakukan percepatan evakuasi, kami manuver dari feeder atau penyulang lainnya, jaringan tegangan menengah lainnya,” jelasnya.
Meski aliran listrik telah pulih, PLN masih menelusuri penyebab pasti gangguan tersebut. Tim teknis saat ini melakukan pengecekan di sejumlah gardu listrik yang terhubung dengan jaringan yang sama.
“Untuk saat ini penyebab pastinya masih dalam penelusuran. Seluruh tim kami juga masih berada di lapangan untuk menelusuri dan menginvestigasi penyebab gangguan. Selebihnya nanti akan kami update,” katanya.
