Bukan Sekali Tangkap Selesai, Satgas Ciliwung Bongkar Sulitnya Basmi Ikan Sapu-Sapu

Bukan Sekali Tangkap Selesai, Satgas Ciliwung Bongkar Sulitnya Basmi Ikan Sapu-Sapu
Ilustrasi Ikan Sapu-sapu. Foto : Gemini AI
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Upaya pembasmian ikan sapu-sapu di aliran Sungai Ciliwung wilayah Kota Bogor tidak bisa dilakukan secara instan atau sekadar seremonial.

Satuan Tugas (Satgas) Naturalisasi Sungai Ciliwyng menegaskan, penanganan harus dirancang matang, menyeluruh, dan berkelanjutan agar benar-benar efektif menekan populasi ikan invasif tersebut.

Anggota Satgas Naturalisasi Sungai Ciliwung Kota Bogor, Suparno Jumar, mengungkapkan setidaknya ada tiga titik utama persebaran ikan sapu-sapu yang teridentifikasi.

Baca Juga:Pemkab Bogor Sebut Tanah Cijayanti–Bojong Koneng Labil, Warga Diminta Tak Bangun Tanpa Kajian TeknisTata Babakan Madang, Pemkab Bogor Ganti Atap Asbes Jadi Genteng Lewat Program CSR

Diantaranya di Kawasan Sukaresmi–Kedung Halang, Kedung Badak–Cibuluh (sekitar Jambu Dua), serta Bantarjati–Tanah Sareal hingga Jembatan Yapis ke arah Babakan Pasar–Baranangsiang.

Menurut Suparno, pendekatan instan justru berisiko tidak menyentuh akar persoalan.

“Kalau secepat-cepatnya ini nanti terjebak pada seremonial yang akhirnya tidak menyentuh akar masalah. Proses penangkapan ini tidak bisa hanya dilakukan seperti serangan kilat, sekali nebar jala lalu dianggap selesai,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menekankan, strategi penanganan harus diawali dengan pemetaan kondisi sungai, mulai dari panjang, lebar, hingga kedalaman. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan metode penangkapan yang tepat.

Beragam metode bisa diterapkan, seperti penggunaan jaring, penebaran bubuk, hingga pancing.

Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan dilakukan secara konsisten.

“Kalau pakai bubuk bisa ditinggal setelah ditebarkan, sementara jaring ditebar lalu diangkat. Kalau pancing biasanya dilakukan pemancing, dan ikan yang tertangkap langsung dibuang ke darat,” jelasnya.

Lebih jauh, Suparno mengungkapkan bahwa pesatnya perkembangan ikan sapu-sapu dipicu oleh melimpahnya sumber makanan dari limbah rumah tangga dan usaha yang dibuang ke sungai.

Baca Juga:Laka Tunggal, Pemotor Tewas Usai Tabrak Trotoar di Puncak BogorBPBD Catat Pergerakan Tanah di Babakan Madang : 7 Rumah Rusak dan 28 Warga Mengungsi

Minimnya predator alami serta rendahnya intensitas penangkapan semakin memperparah kondisi tersebut.

“Sisa makanan dari dapur, limbah cuci piring, sampai sampah organik dari UMKM yang dibuang ke sungai itu jadi pasokan makanan. Selama itu tidak dihentikan, populasinya akan terus meledak,” tegasnya.

Tak hanya mengganggu ekosistem, keberadaan ikan sapu-sapu juga berpotensi merusak infrastruktur sungai.

Aktivitas ikan yang membuat lubang di dasar dan tebing sungai dapat melemahkan struktur tanah dan meningkatkan risiko longsor di bantaran.

0 Komentar