Saat imam memulai takbir, suasana bising kota seolah luruh. Yang tersisa hanyalah gumam doa dan sujud panjang di sepanjang Jalan Pahlawan.
Di Empang, malam ke-21 bukan sekadar hitungan kalender, melainkan momen ketika kerumunan manusia meruntuhkan ego mereka, bersatu dalam barisan saf yang meluap hingga ke jalanan, demi satu harapan: keberkahan yang turun di malam yang lebih baik dari seribu bulan. (yan)
