bogorekspres.com, KOTA BOGOR– KAI Commuter resmi menutup sementara jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor mulai Rabu (15/4/2026).
Penutupan ini dilakukan untuk mendukung proyek pengembangan infrastruktur yang ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan.
Selama masa pengerjaan, seluruh aktivitas naik-turun penumpang Commuter Line dialihkan ke peron jalur 2–3 serta 4–5.
Baca Juga:Polsek Babakan Madang Sita Ribuan Obat Keras, Satu Pelaku DitangkapDugaan Jual Jabatan ASN Pemkab Bogor, 4 Orang Dilaporkan Ke Polisi
Kebijakan ini berdampak pada penyesuaian sejumlah jadwal perjalanan, meski sebagian besar layanan tetap berjalan normal.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi langkah awal peningkatan kapasitas layanan di Stasiun Bogor.
“Jadi pada hari ini 15 April, ini adalah starting kami mulai pekerjaan untuk perpanjangan jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor,” ujarnya.
KAI Commuter akan memperpanjang peron dan jalur sepanjang 50 meter, serta melakukan penyesuaian tambahan pada jalur 6 dan 7 dari kondisi eksisting.
Pengembangan ini bertujuan agar stasiun mampu melayani rangkaian KRL dengan stamformasi 12 (SF12), yang sebelumnya belum dapat beroperasi optimal di jalur tersebut.
Karina menegaskan, peningkatan kapasitas ini menjadi respons atas lonjakan jumlah penumpang yang terus terjadi. Saat ini, Stasiun Bogor melayani sekitar 98 ribu hingga 100 ribu pengguna setiap hari.
“Sehingga kami melihat memang ada kebutuhan untuk pengembangan di sisi infrastruktur,” katanya.
Baca Juga:PJU Senilai 32,7 Miliar milik Pemrov Jabar di Bogor Belum Optimal, Jalan Narogong Masih Gelap PJU Senilai 32,7 Miliar milik Pemrov Jabar di Bogor Belum Optimal, Jalan Narogong Masih Gelap
Selama proyek berlangsung, KAI Commuter juga menyiapkan fasilitas pendukung untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang.
Akses sementara berupa selasar dan penyeberangan rel disediakan dari pintu barat, sementara pengguna dari sisi selatan dapat memanfaatkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang.
Selain itu, pengaturan keluar-masuk penumpang di hall barat akan dilakukan secara situasional, terutama saat jam sibuk untuk mengurai antrean.
KAI Commuter mencatat ada penyesuaian pada 31 jadwal perjalanan dengan perubahan waktu sekitar 2–3 menit.
“Selama penutupan jalur 6, 7, dan 8, terdapat penyesuaian pada 31 jadwal keberangkatan dan kedatangan,” jelasnya.
Setelah proyek rampung pada pertengahan Juli 2026, KAI Commuter berencana memfokuskan layanan di jalur 6, 7, dan 8 yang telah diperpanjang.
Peron baru juga akan dilengkapi kanopi yang terhubung dengan selasar untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
“Peron yang dibangun nantinya sudah dilengkapi kanopi yang tersambung ke arah selasar,” tambahnya.
