Meski demikian, Andin memilih tetap fokus pada pekerjaannya. Ia tidak ingin pandangan negatif menghalangi semangatnya untuk berkembang.
“Saya tidak terlalu memikirkan omongan orang. Yang penting saya nyaman, aman, dan pekerjaan selesai dengan baik,” katanya.
Bagi Andin, profesi ini justru membuka banyak peluang. Ia bisa bertemu berbagai karakter masyarakat, memperluas relasi, sekaligus mengasah ketahanan mental.
Baca Juga:Tata Babakan Madang, Pemkab Bogor Ganti Atap Asbes Jadi Genteng Lewat Program CSRLaka Tunggal, Pemotor Tewas Usai Tabrak Trotoar di Puncak Bogor
Momentum Hari Kartini menjadi pengingat baginya bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya di bidang apa pun, termasuk pekerjaan lapangan yang identik dengan laki-laki.
“Pesan saya untuk perempuan di luar sana, tetap tangguh dalam menjalani pekerjaan apa pun dan terus berkarya tanpa henti,” ujarnya.
Kisah Andin menjadi potret nyata bahwa batasan gender dalam dunia kerja semakin memudar.
Di ruang terbuka seperti taman kota, semangat emansipasi terus hidup melalui langkah perempuan yang berani menentukan jalannya sendiri.
