bogorekspres.com, KAB BOGOR– Jembatan penghubung dua kampung di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, ambruk pada Rabu (15/4) sore, akibat hujan deras.
Robohnya jembatan diresmikan pada 5 Maret 2026 ini tidak hanya memutus akses warga, tetapi juga menyeret sebuah rumah hingga runtuh dalam hitungan detik.
Mutmainah (23) salah satunya yang terdampak meceritakan momen mencekam sebelum jembatan roboh.
Baca Juga:Kamar Dipenuhi Lalat, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kontrakan KlapanunggalIPB University Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual yang Viral di Medsos
Ia menyebut, rumah miliknya ikut terset banjir akibat derasnya luapan aliran sungai Citempuhan.
“Jembatan dulu, terus persekian detik baru rumah ikut ambruk,” ujarnya saat ditemui, Jumat (17/4/2026).
Kata Mutmainah, peristiwa tersebut terjadi begitu cepat. Saat kejadian, hanya adik yang berada di dalam rumah. Beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri tepat sebelum bangunan ambruk.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi yang dialami keluarga ini cukup besar. Sejumlah barang berharga hilang terbawa arus, mulai dari kendaraan hingga tabungan.
“Motor CBR, uang Rp50 juta, emas 35 gram, kulkas dan lemari kebawa hanyut,” kata Mutmainah.
Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan bantuan atas musibah yang dialaminya.
Menurutnya, sebagian harta yang hilang merupakan tabungan untuk melanjutkan pembangunan rumah.
Baca Juga:Polres Bogor Bentuk Tim Khusus, Kasus Dugaa Jual Beli Jabatan Naik ke Tahap PenyelidikanDiresmikan 2 Bulan Lalu, Jembatan di Desa Gobang Kini Ambruk usai Diterjang Hujan
“Ada sih harapan, lumayan juga kan uangnya, uang tabungan buat ngelanjutin bangun rumah ini,” ungkapnya.
Mutmainah menambahkan, rumah tersebut sebelumnya memang direncanakan akan ditingkatkan menjadi dua lantai.
Namun, rencana itu kini tertunda akibat bencana yang terjadi secara tiba-tiba. (CR1)
