Warga Gagalkan Penyerangan Siswa SMP Pakai Pisau, Sempat Terjadi Kejar- Kejaraan

Warga Gagalkan Penyeran Siswa SMP Pakai Pisau, Sempat Terjadi Kejar- Kejaraan
Ilustrasi pisau
0 Komentar

bogorekspres.com, KOTA BOGOR– Dua pelajar SMP di Kota Bogor diamankan warga setelah diduga membawa senjata tajam dan mengancam siswa SMP Negeri 7 Bogor di kawasan Bogor Tengah, Kamis (16/4/2026) sore.

Aksi tersebut sempat memicu kejar-kejaran hingga masuk ke permukiman warga sebelum akhirnya berhasil diredam.

Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Iptu Budi Setiawan, menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Kampung Mantarena, RT 01 RW 02, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah.

Baca Juga:Jembatan Baru Rp1 M di Rumpin Ambruk Kualitas Proyek Desa Gobang DipertanyakanLuapan Sungai Citempuhan Robohkan Jembatan Desa Gobang, Motor dan Uang 50 Juta milik Warga Hilang 

“Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Dua pelajar mendatangi area sekitar SMP Negeri 7 dan sempat melakukan ancaman menggunakan senjata tajam,” ujar Budi, Jumat (17/4/2026).

Dua pelajar yang diamankan masing-masing berinisial NR (15), siswa kelas 9 asal Ciomas, Kabupaten Bogor, dan MR (14), siswa kelas 8 asal Laladon, Bogor Barat.

Dari tangan keduanya, warga turut mengamankan sebilah pisau dapur yang diduga dibawa dari rumah salah satu pelaku.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, keduanya diduga sengaja mendatangi lingkungan SMP Negeri 7 untuk mencari siswa dari sekolah tersebut.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi kejar-kejaran yang meluas ke area permukiman warga di Kampung Mantarena, Paledang.

Warga yang melihat kejadian itu langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan kedua pelajar sebelum situasi berkembang lebih jauh. Peristiwa tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Dari tangan pelaku, warga juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau dapur yang dibawa dari rumah salah satu siswa,” katanya.

Baca Juga:Kamar Dipenuhi Lalat, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kontrakan KlapanunggalIPB University Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual yang Viral di Medsos

Polisi menyebut aksi tersebut diduga dipicu kenakalan remaja. Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden ini.

Setelah dilakukan penanganan, kedua pelajar tersebut kini telah diserahkan kepada pihak sekolah untuk mendapatkan pembinaan dan sanksi. Aparat memastikan situasi kembali kondusif setelah kejadian tersebut.

“Situasi berhasil dikendalikan dan berlangsung aman, lancar, serta kondusif,” tutupnya.

0 Komentar