bogorekspres.com, KAB BOGOR- Kesbangpol Kabupaten Bogor memilih memperkuat pembinaan terhadap sekitar 400 organisasi kemasyarakatan (ormas) daripada mengambil langkah pencabutan legalitas secara sepihak.
Pendekatan kebersamaan dinilai lebih efektif untuk mencegah konflik sekaligus menjaga kondusivitas daerah.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede, menegaskan bahwa dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum ormas tidak otomatis berujung pada sanksi pencabutan legalitas tanpa proses hukum yang jelas.
Baca Juga:IPB University Skors 16 Mahasiswa Terkait Dugaan Pelecehan SeksualBanjir Bandang Cigudeg Hanyutkan Kambing dan Kandang, Warga Rugi Rp37 Juta
“Sampai saat ini belum. Karena memang kan pencabutan itu gak bisa serta-merta ya. Harus melalui proses-proses hukum,” ujar Ferdinando, Selasa (21/4/2026).
Ia menekankan, pemerintah tidak dapat bertindak hanya berdasarkan asumsi atau penilaian subjektif terhadap ormas tertentu.
Setiap langkah penindakan harus memiliki dasar hukum yang kuat dan melalui mekanisme yang berlaku.
Sebagai langkah antisipatif, Kesbangpol akan meningkatkan pembinaan melalui forum komunikasi rutin yang melibatkan seluruh ormas di Kabupaten Bogor.
Forum ini akan menjadi ruang dialog sekaligus sarana penguatan peran ormas dalam pembangunan.
“Kita akan mengumpulkan secara berkala, akan kita sampaikan ke situ nanti, terkait tugas dan fungsi ormas itu yang seharusnya membantu pemerintah dalam pembangunan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kesbangpol juga menyiapkan agenda Jambore Ormas untuk mempererat hubungan antarorganisasi.
Baca Juga:Banjir Bandang Cigudeg Hanyutkan 10 Gerobak Cuanki, Pedagang Asal Garut Kehilangan Mata PencaharianKondisi Cigudeg pascabanjir bandang, 10 Kontrakan Warga Luluh Lantak
Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kedekatan emosional sehingga meminimalkan potensi gesekan di lapangan.
Menurut Ferdinando, pendekatan berbasis kebersamaan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah dengan jumlah ormas yang cukup besar.
“Kita akan gelar Jambore ormas supaya yang penting kita guyub dulu. Ketika sudah saling kenal, saling akrab, pasti ada keengganan untuk ribut, untuk konflik. Pikiran kita seperti itu,” tandasnya. (CR 1)
